KETIDAKMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

 



Pendidikan di Indonesia hingga saat ini masih belum merata. Ketidakmerataan tersebut disebabkan salah satu faktornya oleh kurangnya tenaga pendidik. Misalnya, salah satu SMP di Kabupaten Brebes kekurangan guru mata pelajaran seni budaya hal ini tentu saja mengakibatkan siswa SMP di Kabupaten Brebes kurang memahami materi dan wawasan tentang seni budaya itu sendiri.

Kekurangan guru mata pelajaran seni budaya ini disebabkan karena kompetensi guru seni budaya yang masih lemah. Hal ini sesuai dengan pendapat Sinarto (Kompas.com  23 Desember 2010), kondisi kompetensi guru seni budaya belum merata. Artinya, mayoritas guru seni budaya belum mencapai kecakapan kompetensi. Realitas itu berkaitan dengan  kurikulum dalam  model pembelajaran seni budaya yang tidak mudah diimplementasikan oleh guru seni budaya di sekolah. Masih lemahnya kompetensi guru seni budaya, menurut Sinarto juga disebabkan jarangnya lulusan sekolah tinggi pendidikan seni menjadi guru seni budaya di sekolah. Hal ini mengakibatkan sebagian besar guru yang bukan guru mata pelajaran seni budaya diharuskan untuk mengajar mata pelajaran seni budaya dan ini tentu saja akan berdampak pada proses pembelajaran  peserta didik menjadi tidak maksimal.

Menurut Soehardjo (2012:4) dalam  proses pembelajaran peran guru yang dimainkan oleh seni sangat signifikan, yaitu untuk mempersiapkan keterampilan dalam menunjang kegiatan kreasi dan apresiasi peserta didik. Pembelajaran seni budaya di sekolah sangat penting terhadap perkembangan mental ataupun fisik peserta didik, bahkan dengan pembelajaran seni budaya peserta didik dapat terbentuk ke arah yang lebih baik karena pembelajaran seni budaya dapat mengenalkan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam masyarakat kepada peserta didik.

Kekurangan guru seni budaya di sekolah mengakibatkan kurangnya pemahaman dan wawasan peserta didik tentang mata pelajaran seni budaya, padahal pembelajaran seni budaya di sekolah sangat penting terhadap perkembangan mental ataupun fisik peserta didik.

Komentar

Postingan Populer